Tugas Akhir

Potensi Tenun Tradisional Cepuk Sebagai Sarana Pengembangan Pariwisata Budaya

Tesis

Abstrak

Oleh : Firlie Lanovia Amir, SE

Email : -

Fakultas / Jurusan : Fakultas Pariwisata / S2 Kajian Pariwisata

Indonesia merupakan salah satu negara yang menggantungkan salah satu pemasukan devisa negara dari sektor pariwisata. Banyak alasan yang melatarbelakangi kunjungan para wisatawan ke Indonesia, salah satunya adalah karena budaya yang dimiliki. Beragam budaya yang dimiliki oleh berbagai sudut daerah di Indonesia menawarkan keunikan sendiri, sehingga bisa dikemas menjadi salah satu daya tarik yang khas di sebuah daerah. Bali, disamping terkenal dengan wisata alam yang mendunia, juga memiliki kebudayaan khas yang mampu dijual sebagai salah satu daya tarik wisata, mulai dari kain endek, patung, tarian sampai lukisan yang indah, yang semuanya bisa menjadi daya tarik tersendiri yang hanya bisa ditemukan di Bali saja. Salah satu yang menjadi perhatian penelitian adalah kain Tenun Cepuk yang menjadi ciri khas Desa Tanglad di Pulau Nusa Penida. Keunikan yang dimiliki kain Tenun jenis ini adalah proses pembuatannya yang masih tradisional, serta motif dan warna kain yang sangat indah. Disamping itu bahan baku yang digunakan masih berasal dari alam, yaitu salah satunya dari akar-akaran pohon. Tidak salah memang kalau Kain Tenun Cepuk Tanglad memang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sarana pariwisata Budaya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini difokuskan di Desa Tanglad Nusa Penida, untuk meneliti potensi kain tenun cepuk sebagai sarana pengembangan pariwisata budaya. Selain itu peneliti ingin melihat apa saja faktor yang menunjang dan menghambat serta strategi dan program yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kain Tenun Cepuk sebagai sarana pengembangan pariwisata budaya. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan matriks SWOT sebagai analisis utama. Dari hasil analisis data diperoleh hasil kalau kain Tenun Cepuk memiliki beberapa potensi untuk dikembangkan sebagai sarana pariwisata budaya. Diantaranya adalah dari aspek keindahan kain serta keramahan penduduk yang menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Adapun strategi dan program yang bisa dilakukan sebagai wujud nyata dilapangan terbagi menjadi 4 bagian, yaitu strategi SO yang akan berfokus pada program pengembangan kain Tenun Cepuk dan lingkungan sekitar, strategi ST dengan program pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan, strategi WO dengan fokus program pengembangan promosi, serta strategi WT dengan fokus program pengembangan SDM. Diharapkan pada akhirnya strategi dan program ini dapat menjadi salah satu tolak ukur pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat untuk mengembangkan potensi salah satu aset penting budaya leluhur ini sebagai bagian dari pariwisata budaya dan agar mampu juga diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya Desa Tanglad Nusa Penida.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3